Menata Wajah Kota Tangerang Selatan dengan Nilai-Nilai Religius
Tangerang Selatan, kota yang sering kita juluki sebagai kota satelit yang modern, terus tumbuh dengan infrastruktur yang memukau. Namun, sebagai warga yang peduli, kita perlu bertanya: “Apakah kemegahan beton ini sudah selaras dengan ketenangan batin penduduknya?”
Kota Bukan Sekadar Kumpulan Gedung
Perlu kita sadari bahwa tata kota yang sukses dalam pandangan Islam adalah tata kota yang memudahkan warganya untuk beribadah dan menjaga kemuliaan akhlak. Slogan “Cerdas, Modern, Religius” yang diusung oleh pemerintah kota kita jangan sampai hanya menjadi hiasan baliho semata.
Tantangan Ruang Publik
Kita butuh lebih banyak ruang publik yang ramah keluarga, bukan sekadar pusat perbelanjaan. Ruang publik di mana nilai-nilai kesopanan tetap terjaga. Pembangunan taman-taman kota harus diimbangi dengan aksesibilitas ke tempat ibadah yang layak dan bersih.
Pembangunan SDM yang “Religius”
Modernitas tanpa pondasi religiusitas yang kuat hanya akan melahirkan masyarakat yang individualis dan kehilangan arah. Kita melihat maraknya lifestyle hedonis di pusat-pusat kota kita. Di sinilah peran organisasi dakwah untuk mengisi “kekosongan jiwa” di balik megahnya gedung-gedung perkantoran.
Usulan Kebijakan
Saya mengusulkan beberapa langkah untuk memperkuat aspek religiusitas di Tangsel:
- Optimalisasi Masjid sebagai Pusat Solusi: Masjid jangan hanya buka saat waktu shalat, tapi harus menjadi pusat konsultasi hukum Islam, ekonomi syariah, dan kesehatan mental.
- Integrasi Pendidikan Diniyah: Mendukung program sekolah yang terintegrasi dengan penguatan hafalan Al-Qur’an dan pemahaman mualamah dasar.
- Kampus dan Dakwah Urban: Memperbanyak kajian-kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan kaum profesional dan mahasiswa.
Mari kita bangun Tangerang Selatan bukan hanya sebagai kota yang “Cerdas” di otak dan “Modern” di infrastruktur, tapi juga kota yang “Religius” di dalam dada setiap warganya. Karena kebahagiaan sejati sebuah kota bukan terletak pada berapa tinggi gedungnya, tapi pada berapa banyak rahmat yang turun karena ketaatan penduduknya.